Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam


Ku tulis puisi ini di bawah sinar purnama

Cahayanya seolah menenangkan jiwa

Rintik hujan mulai membasahi diri

Kabut sunyi mulai merayap di hati


Aku berbicara pada udara

Tentang rasa yang selalu ada

Aku berbicara pada air

Tentang rasa yang tak kunjung berakhir


Rasa yang amat dalam

Hingga aku memilih untuk memendam

Rasa yang tak bisa di ungkapkan

Karena aku takut kehilangan

Hanya puisi yang bisa ku tuliskan

Karena puisiku mampu mengutarakan rasa tanpa memendam dan tanpa takut akan kehilangan


Saat kita bertemu

Aku ingin menyapamu

Berbicara lebih lama denganmu

Tapi raga ini seolah membisu

Hanya melihatmu membuat ku sadar

Sinar rembulan tak seindah binar matamu

Hanya melihatmu membuat ku sadar

Kehangatan pagi kalah hangat dengan hangatnya senyummu


Mengagumi mu adalah hobi ku

Memandang mu adalah kebutuhan ku

Mencintaimu adalah pilihan ku

Tapi memilikimu bukanlah hak ku


Mungkin kau tak tahu siapa aku

Tapi tuhan tahu aku orang yang paling mencintaimu dalam diamku

Jika aku tak bisa memiliki mu

Izinkan aku menyebut namamu dalam setiap doaku





aku si manusia biasa


untuk kamu yang sedang bermalam

dari aku yang mencintaimu dalam diam

malam berganti pagi

saat dunia masih suci dan sunyi

ku terpaku diam membisu

melihat cakrawala yang kian membiru


Atma ku seolah menghilang

menghilang dari balik bayang seseorang

ingin rasanya menyapamu tanpa ragu

tapi raga ini masih tersipu malu


aku si manusia biasa

tahta harta aku tak punya

hanya punya sang pencipta

yang ada saat diri ini gundah gulana


aku si manusia biasa 

yang hanya bisa meminta

di kala gelap melanda

namamu kian ku sebut dalam doa


mata mu indah bak permata

senyum mu layaknya ombak di kala senja

suara mu syahdu bagaikan alunan tembang cinta

apakah aku si manusia biasa

bisa memiliki mu insan yang sempurna


aku tak sesabar Yudistira

aku tak sekuat Bima

apalagi setampan Arjuna

aku hanya ingin menjadi Rama yang melakukan apa saja untuk Shinta


ku ingin cinta ini abadi

layaknya Ainun dan Habibi

aku si merpati

yang hanya meninggalkan mu saat nafas terhenti

ku harap kita bisa bersama

entah di buana maupun nirwana





Akuntasi


dear kamu anak akuntasi

yang kutemui dalam aplikasi

di saat melihat mu membuat neraca hati ku tak seimbang

membuat perasaan ini naik turun seperti di pasar saham


senyum mu bagaikan transaksi yang harus di catat agar mudah di ingat

mungkin kamu bisa menghitung satu sampai sepuluh ribu bahkan ratusan ribu

tapi cobalah hitung bintang di angkasa banyak bukan?

sebanyak itulah perasaan cinta ku padamu


jika perasaan ku ini bisa di ubah menjadi uang mungkin kita berdua sudah hidup di bulan

mungkin kamu belum mencintaiku hari ini

tapi suatu hari nanti kau akan menginvestasikan cinta mu ke saham hatiku


berapa saldo yang harus ku negosiasi untuk mendapatkan aset langka sepertimu

rasanya seorang bill gates pun tak mampu mendapatkan mu

beri aku kesempatan mengakuisi cintamu

akan ku jadikan kau aset seumur hidupku


karena kamu langka hanya ada satu di dunia

kan ku jaga cinta mu sampai tak ada kata pailit

aku tak butuh jurnal penyesuaian apalagi jurnal pembalik

karena kamu sudah yang terbaik"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulis Skenario

AYAH