Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Pahlawanku

  Pahlawanku Ayah Ku salamkan rindu  Untuk engkau yang kini jauh dariku Ayah Akan selalu ku ingat Semua pengorbanan dan jasa jasa mu Ku ingin engkau berasa disini Menemaniku melangkahkan kaki Berlinang air mataku saat merindukanmu Ayah Selamanya kau ku kenang Keringatmu adalah kasih sayang Rasa cinta yang tak pernah kurang Tak bisa ku ingkari lagi Hidupku terasa sepi tanpa dirimu Ayah Selamanya kau ku kenang Surgaku Tak terbayang rintihan tangismu Di saat melahirkanku Sungguh besar pengorbananmu Begitu juga kasih sayangmu padaku Ibu Aku rindu belaianmu Demi anak yang kau cintai tersenyum bahagia Harta benda bahkan nyawa sekalipun kau sudi memberikannya Sungguh mulia jasamu Begitu agung cintamu Aku malu dan tak mampu Membalas pengorbananmu Anakmu ini hanya bisa berdoa Semoga engkau bahagia disana Tetap berada pada lindungan-Nya Dan terhapus segala dosa 1095 hari Aku tidak yakin apakah aku mencintaimu ketika pertama, kedua, atau ketiga kali melihatmu Aku merasakan hal yang berbe...

AYAH

 AYAH Hari pun terus berganti Wajah yang dulu tampan Kini mulai terlihat menua Badan yang dulu kuat Kini mulai terlihat lelah Rambut yang dulu hitam Kini terlihat memutih Namun langkahmu  Begitu semangat Ayah... Terimakasih atas perjuanganmu Untuk menafkahi keluarga ini Terimakasih sudah menjadi pahlawan Terhebatku sepanjang masa Ayah...  Sekali lagi ku ucapkan Terimakasih setulus hatiku Aku mencintaimu ayah Aku sayang ayah "

Penulis Skenario

 Penulis Skenario Karya: Hutami p Menulis Aku sangat suka menulis Menulis scenario dalam hidupku Semua ku tulis begitu mudah Senyum terpancar memikirkan berbagai hal indah Hingga penulis skenario terhebat menegurku Ia turunkan hujan yang begitu hebat Hingga hamper saja aku tersesat Mataku tak mampu melihat Sulit untuk kutemukan jalan yang tepat Tapi aku percaya Ia penulis scenario terhebat Aku percaya scenario-Nya Yang jauh lebuh indah dari skenarioku Aku percaya  dengan keindahan Keindahan sesungguhnya yang akan Ia berikan Penyesalan Karya: Hutami p Hai Guruku Masih ingatkah kau denganku Gadis kecil yang kau ajarkan banyak hal Gadis kecil yang kau kenalkan banyak hal Gadis kecil yang  sering kau salahkan akan banyak hal Keinginanku selalu bertolak belakang dengan peraturanmu Mauku selalu kau bantah dengan ceramahmu Dalam perguncinganku tak pernah aku memujimu Entah berapa banyak dosa yang ku lakukan padamu Guruku maafkan aku Aku yang terlambat memahami kasih sayangmu Ken...

DUKA

DUKA Karya : Serly Bimbang,,, Saat ini membuat masalah dalam ilusi,,, Selalu datang menghampiri diri dalan kalbu.  Yang selalu datang setiap waktu,, Oh Bimbang,, Adakah sisi baik di dalam setiap luka? Luka yang tak bisa ku perjelas akibatnya,, Selalu menjadi agenda di dalam sajak pikiranku Dan akhirnya,,, Bimbang ku menjadi duka Duka yang tiada lara, Lara dalan setiap sajak Sajak hidupku Ujung Padang, 04 November 2021 MAAF Karya : Serly Inginku ucapkan ketika waktu fazar,, Tetapi tubuhku seolah menolak untuk merangkul,,, Bisa menjadi syarat,, Bagaimana bisa ku perjelas tanpa berbisik Akan kah semua berakhir bahagia Walaupun ada kebohongan dalam setiap tutur kata Jika menjadi abu adalah pilihan,, Aku akan menjadi abu yang selalu bertaburan Maaf,,, Kata maaf adalah kata yang terbaik saat ini Filu dalam setiap denyut nadi Selalu menjadi jawaban atas kata maaf. Ujung Padang, 04 Novemver 2021 MENUNGGU Karya : Serly Berakhir ,,, Selalu menjadi akhir Belum ku coba Tapi akhirnya selalu sam...

Sudut-Sudut September

Sudut-Sudut September Lampu kamar sudah padam Biasnya tenggelam menuju mati Sekali sudut-sudutnya kesenangan Segala dan separuhku kembali merengkuh Setiap gorden dimainkan angin september Jantungku berlalu dalam hening panjang Mencari ilalang yang tak ada balasan, tak ada kabar Aku kurang beruntung Berjalan mendengarmu sejak dulu  Itu yang aku lakukan  Meski rusukku melilit ribut-ribut di atmosfer Tak ada balasan, tak pernah usang Akhir-akhir ini, sebenarnya dia bertempat tinggal di awan Sehingga melihatnya membuat menangis Sebenarnya dia tersenyum akhir-akhir ini Sebenarnya dia bersama kekasihnya di langit Harus Rindu Dan Bertemu Setelah aku berjuang sedemikian rupa Menahan sesak menyakitkan dalam dada Mengisi relung yang sebentar lagi luruh Harus rela, mendung merebut seluruh cinta tulusku. Lalu, aku tenggelam dalam hening panjang Membiarkan pelukan angin merasuki jiwa Sayup dan menyedihkan Membiarkan angkasa melihat kerapuhanku, merindu. Seharusnya, kamu tak perlu hadir...

Bintang Dihatimu

Bintang Dihatimu Ingin aku selalu menjadi bintang dihatimu Selalu setia dan menatap dalam jalur dimensimu Menemani setiap lembar cerita dalam perjalanan hidupmu Ketika disaat engkau redup dan gundah gulana berbagilah dengan ku Aku akan selalu mendengarkan keluh kesah hatimu Berharap aku selalu bisa menghiburmu dan Menenangkanmu melalui cahaya cinta yang kumiliki Aku ingin kehadiranku memberikan kehangatan bagi kehidupanmu Membawa irama dan sinar kebahagiaan dalam jiwamu Menjadi pelangi yang mewarnai duniamu Hingga kisah cinta kita akan selamanya Mengalirkan energi kenyamanan dihati kita Disanding kasih sayang yang tulus ini Tulusnya Cinta Saat tanggan itu kunkugenggam Terlihat senyuman dihadapanku  Cinta itu sungguh terasa Kau membuatku bahagia Tulusnya cinta hadir tanpa pamrih Senyuman yang engkau berikan Aku dan kamu dipersatukan Semua rasa yang terpendam ini Rindu,rindu kamu Kau menyapaku dengan senyuman Membuat sisi hariku menjadi indah Menungumu Pulang Pulanglah sayang Hati ya...

PEDULI ALAMKU

PEDULI ALAMKU   Embun pagi hari  Matahari mulai terbit Hijaunya sawah bagaikan permata Alam yang penuh kesejukan Dihiasi sinar matahari yang cerah Tapi sekarang Tak seperti itu lagi Sedikit demi sedikit mulai menghilang Hutan yang pohonnya mulai punah Air pun hilang kejernihannya Kehijauan dibukit mulai menghilang  Manusia yang tak peduli  hal itu Tanpa memikirkan akibatnya Oh....alamku  Andaikan waktu bisa berputar kembali Kami pasti akan melestariakan mu Marilah kita jaga alam ini Seperti dulu yang penuh kesejukan TAMU TAK DIUNDANG Sinar matahari mengabarkan pagi Lembayun melukis langit Tak terasa sudah lama Corona mewabah dinegri ini Corona membatasi semuanya Engkau bagaikan tamu tak diundang Kau mengajari kami  Hidup,bersih,suci penuh iman Ruang maya mencoba menyentuh Menguatkan hati yang mulai merapuh Engkau virus yang tak kenal lawan Bagaikan musuh tak bernyawa Hey corona Pergilah.......  Menjaulah...... Pulanglah...... Kami ingin negri yang dulu...

Rencana Waktu

Rencana Waktu Disetiap pagi,disaat kita bangun kembali Itu perluh disyukuri…….. Disetiap siang disaat kita mulai lelah Pastinya perluh penyemangat… Tapi disetiap malam disaat kita menutup mata, Akan kah terbangun esok pagi ?  itu adalah pertanyaan Semua realita hidup yang ada,mungkin hanya bisa dijawab Oleh sang empuhnya malam. Pagi hanya menunggu,sedangkan siang hanya membuat keluh Tidak perluh terlalu larut,sore akan datang dengan warna yang Baru……… ALAM YANG BEDA                                                                                               Sayap-sayap yang terbang bergelora Kini patah tanpa ada sambungannya Air mata yang masih ditempanya kini tumpah Tanpa tau siapa yang akan menghapusnya. Kepergianmu meninggalkan duka,bahkan luka ya...

Hilangnya Nestapa Ditelan Mangata

Hilangnya Nestapa Ditelan Mangata Wahai Semesta, pemilik senja dan airmata Ada hati yang sedang riuh bertanya Perihal sosok diujung samudra Dibawah ufuk cakrawala Genggamannya sangat erat Rona wajahnya begitu memikat Memberikan kenyamanan tanpa sekat Bahkan dekat, semua makhluk akan merapat Wahai semesta, penyembuh dan pemberi luka Menikmati setiap lekukan mangata Bak jembatan rindu pada tuannya Bagi siapapun yang datang menikmatinya Bayangan jingganya adalah obat Penyembuh luka yang hebat Bahkan siap memeluk rekat Menjadi tempat yang tepat Bersandar dan bercerita rasa penat Terjebak Renjana Wahai hati… Seberapa pun berusaha Tetap saja percuma Seberat apapun mencoba Bayanganya selalu ada Sekuat apapun berpaling Suaranya semakin melengking Bahkan terus menjadi-jadi Tak pernah berhenti untuk berlari  menyusuri setiap sudut memori ini tahukah hati?  Sampai aku bingung Bak gadis manis yang linglung Langkah gontai menerawang udara menatap langit hingga cakrawala ukiran  wajahn...

Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam Ku tulis puisi ini di bawah sinar purnama Cahayanya seolah menenangkan jiwa Rintik hujan mulai membasahi diri Kabut sunyi mulai merayap di hati Aku berbicara pada udara Tentang rasa yang selalu ada Aku berbicara pada air Tentang rasa yang tak kunjung berakhir Rasa yang amat dalam Hingga aku memilih untuk memendam Rasa yang tak bisa di ungkapkan Karena aku takut kehilangan Hanya puisi yang bisa ku tuliskan Karena puisiku mampu mengutarakan rasa tanpa memendam dan tanpa takut akan kehilangan Saat kita bertemu Aku ingin menyapamu Berbicara lebih lama denganmu Tapi raga ini seolah membisu Hanya melihatmu membuat ku sadar Sinar rembulan tak seindah binar matamu Hanya melihatmu membuat ku sadar Kehangatan pagi kalah hangat dengan hangatnya senyummu Mengagumi mu adalah hobi ku Memandang mu adalah kebutuhan ku Mencintaimu adalah pilihan ku Tapi memilikimu bukanlah hak ku Mungkin kau tak tahu siapa aku Tapi tuhan tahu aku orang yang paling mencintaimu dalam diamku Jika aku ...

BERDAMAI DENGAN MALAM

BERDAMAI DENGAN MALAM By Ardina Putri Adelia Dalam balutan malam yang sunyi Kaki berjalan menyusuri jalan Tidak menyapa Tidak pula ada sapaan Dikesendirian ini  Menikmati indahnya malam Berlarut lalu rupanya semakin gelap Ternyata semua sudah terlelap Gundahnya hati mengingat masa itu Membuat kan semua terasa hilang Rupanya aku terlalu menikmatinya Hingga tak mengerti bahwa tak ada sebuah jawaban BELUM SELESAI By Ardina Putri Adelia Tak henti mengucap syukur Tak pula ada yang gugur Sejenak pergi berlalu Mencoba meninggalkan kesan Tak bisa berkata apa-apa  Hanya mengulang ucap yang sama Kembali mencoba pergi Ternyata ada yang tertinggal Sebuah kisah lama Yang belum terselesaikan DALAM DIAM By Ardina Putri Adelia Rindu lama telah tersampaikan hampir setiap saat Ternyata benar pertemuan mencurahkan segalanya Hal indah yang telah lalu terulang lagi Walaupun hanya sekedar menyapa Aku juga tak mengerti Apa untungnya mengagumi Padahal ia tak membuka hati Namun terpikat selalu dalam d...

NESTAPA

NESTAPA  "Penulis : Wisnu Aji Saputra  Hari begitu cepat menikam sang waktu  Rasa tiada hentinya memaki, membunuh kalbu.  Rasa getir yang mendominasi kalbu, meninggalkan sendu.  Merasa bodoh, terdiam bisu Kini terpaku malu akan diri  Tersudut akan rasa kecewa.  Dalam, dalamnya hati tertusuk paku nestapa Rinai hujan terus berlanjut membentuk melodi  Mengiringi sendu yang mendarah daging.  Pucatnya kapur, menggambarkan hati risau.  Nirmala, diri ini mengharap.  Tiada ujung puncak nestapa ini.  PULANG Penulis : Wisnu Aji Saputra Bisingnya jalanan kota  Insan tuhan bersorak riuh, mempertahankan harga dirinya.  Lalu, berlalu waktu ini  Tangis, teriak anak rantau ini  Terucap kata pulang, iya pulang  Rasa ambigu yang besar masih tertanam di diri Menetap atau pulang, pikiran itu terus muncul di benak Teringat sesuatu dirumah, tanggung jawab besar menanti Pikiran serasa didalam bui, tiada yang mau keluar. ...

KAMU DAN SENJA

KAMU DAN SENJA Karya : Yokhebed Sore itu dengan langkah lelah ku berjalan Peluh keringat layaknya hujan deras Menyusuri jalan dengan setengah hati “Ah, tiada ujung jalan ini” batinku Waktu berselang hingga ku lihat dia Duduk bersingkur menahan keluh Kuhampiri dia dan bergegas “Hey, are you okay?” tanyaku Sapaan itu terlihat dari sudut matanya Mengisyaratkan ia butuh  bantuan Lengan dan kakinya penuh luka memar Peristiwa tragis telah menghantamnya Senja hari itu ku bertemu dengannya Kesan pertama sangat mendalam Kamu dan senja yang tak terlupakan Semoga kita jumpa di lain waktu Surabaya, 2 November 2021 KAKAK PEMBINA Karya : Yokhebed Panas terik merasuk dalam tulang Tak kau hiraukan peluhmu menetes Langkah kakimu tegap bak tantara Tiupan peluit melengking nyaring Pasukanmu telah datang Telah siap mengikuti langkah dan perintahmu “Siap Grak” perintah pertama yang kau ucap Tak ada satu pun berani bergerak Suara berisik tongkat pramuka Tanda bakti mereka kepada Negeri “JAGA RAGA, BAKTI...