Sudut-Sudut September

Sudut-Sudut September


Lampu kamar sudah padam

Biasnya tenggelam menuju mati

Sekali sudut-sudutnya kesenangan

Segala dan separuhku kembali merengkuh


Setiap gorden dimainkan angin september

Jantungku berlalu dalam hening panjang

Mencari ilalang yang tak ada balasan, tak ada kabar

Aku kurang beruntung


Berjalan mendengarmu sejak dulu 

Itu yang aku lakukan 

Meski rusukku melilit ribut-ribut di atmosfer

Tak ada balasan, tak pernah usang

Akhir-akhir ini, sebenarnya dia bertempat tinggal di awan

Sehingga melihatnya membuat menangis

Sebenarnya dia tersenyum akhir-akhir ini

Sebenarnya dia bersama kekasihnya di langit



Harus Rindu Dan Bertemu


Setelah aku berjuang sedemikian rupa

Menahan sesak menyakitkan dalam dada

Mengisi relung yang sebentar lagi luruh

Harus rela, mendung merebut seluruh cinta tulusku.


Lalu, aku tenggelam dalam hening panjang

Membiarkan pelukan angin merasuki jiwa

Sayup dan menyedihkan

Membiarkan angkasa melihat kerapuhanku, merindu.


Seharusnya, kamu tak perlu hadir,

Jika ini menyakitkan.



Rinduku Ada Dan Menembus Angkasa.


Teruntuk kamu yang ku sebut antagonis

Aku keliru merindu mu berlebih

Tokoh yang bawa pergi seluruhku

Tetapi, aku mendambamu kelewat mampu.


Aku belum puas,

Sekalipun rinduku merambat lurus

Lewat ruang angkasa hampa udara

Apa dia hilang jejak, atau telah berbahagia ?

Dia tersampaikan ?."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencintai Dalam Diam

Penulis Skenario

AYAH